Sabtu, 05 April 2014

Tidak Ada Fanatisme itu

Sekali lagi partai bukan agama. Maka jika ada rasa fanatisme partai yang kemudian mengabaikan hal-hal yang pokok dalam urusan agama jelas itu salah, sudah berlebihan. Rasa patuh yang berlebihan, pembelaan yang berlebihan, mengabaikan kewajiban-kewajiban dalam agama jelas itu tidak benar. Apakah itu hal-hal yang terkait dengan masalah adab, ukhuwah, muamallah apalagi sampai ibadah. Bagaimana ornag mengajak ke partai, bagaimana partai mengajak massa mendukung calegnya, bagaimana partai mengelola kader dan simpatisannya, jika semua dengan cara yang mengabaikan urusan agama yaa sudah, artinya memang partai itu memisahkan agama dan caraq berpolitiknya. Tidak heran bagaimana saat kampanye di jalan, bagaimana saat orasi masih dengan hujatan dan celaan, bagaimana saat menawarkan program dengan janji-janji palsu, bahkan pembohongan di awal yang tidak diketahui massanya sangat boleh jadi mereka lakukan. Bagaimana mereka menarik massa dengan iming-iming uang, dan barang?? Kemudian masyarakatpun memilih sekedar dengan pertimbangan apa yang di depan mata, sesuai kebutuhan sesaat saja. Yaa sudah, nasib sebuah bangsa sudah bisa ditebak dari awal. Tidak ada yang berubah, pemainnya saja yang sedikit ganti formasi.


Senin, 13 Januari 2014

Empat Kuning Telur yang Berbeda

akhir liburan ahad sore kemarin . . . .
Lauk cepat saji yang mudah dibuat, telur dadar. Sore hari hujan lebat, tidak sempat membuat yang spesial akhirnya buat telur dadar saja. Ada 2 jenis telur di rumah, bebek dan horn. Pilih yang horn saja, kalau tidak segera diolah biasanya tidak bagus, yang bebek bisa lain waktu untuk sarapan ponakan-ponakan. 
Siapkan bahan-bahannya, setelah siap peralatannya, ambil telur untuk diceplok. Setelah dua telur saya ceplok, eiit tunggu aku urung mengocoknya. Ada yang menarik, ada yang berbeda saat aku menjatuhkan 2 telur tadi. Kondisi pertama, kuning telur ke-1 tidak utuh bulat, kuning telur ke-2 masih utuh bulat. kedua, ku amati ukuran kuning telurnya juga berbeda agak jauh padahal telurnya tadi ukuran kurang lebih sama. Yang ke-1 masih agak banyak, yang ke-2 kecil sekali tapi putih telurnya banyak. Yang ketiga, warnanya. Kedua kuning telur tadi sama-sama kuning pucat.
Aku jadi tertegun, sebelum mengaduknya. Aku jadi bertanya, bagaimana telur-telur ini dihasilkan? Bagaimana ayam-ayam itu menghasilkan telur? Apa makanan ayam itu setiap harinya sehingga bertelur? Apakah ayam-ayam itu tetap sehat kondisinya saat bertelur setiap hari?