“Mereka (masyarakat) bisa diperbaiki dengan keadilan dan hak, maka sebarkanlah hal itu kepada mereka. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan.” Jawaban amirul Mukminin kepada Gubernur Khurasan.
Sungguh ketakutannya pada amanah yang dibebankan kepadanya untuk memimpin ummat membuatnya pucat, gemetar, seperti burung pipit. Ia senantiasa menyendiri dalam ibadah dan sholatnya. Juga terdapat mata hati yang tajam serta sebuah kehendak yang tidak gentar menghadapi kesukaran-kesukaran dan bahaya yang ditinggalkan oleh kezaliman dan kegelapan selama 60 tahun pemerintahan yang mendahuluinya yaitu pemerintahan bani Umayyah. Ia berani mengubah kegelapan menjadi cahaya yang benderang.
“Demi Allah, seandainya kebenaran Tidak bisa tegak dan kebatilan tidak bisa dikalahkan kecuali dengan memotong-motong persendian dan anggota tubuhku, niscaya kulakukan hal itu dan akupun senang. Dan demi Allah, seandainya aku tinggal di antara kamu 50 tahun, pasti kutegakkan keadilan sesuai yang kuhendaki.”
Marilah kita telusuri peristiwa dari keistimewaan sistem itu, Sungguh yang ada adalah kezuhudan dan kewaraan terhadap dunia, :